Rabu, 18 November 2020
Jumat, 20 November 2009
menyerah menghadapi siswa
Kegiatan belajar mengajar (KBM) bukan hal yang bisa dikatakan mudah. Banyak faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Guru, sebagai bagian tak terpisahkan dari proses tersebut kadang diberikan beban yang berat dalam mensukseskan program dan mencapai tujuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sudah bukan era-nya lagi guru menjadi center dalam KBM. Akan tetapi, pengalaman saya mengatakan bahwa siswa Indonesia, dalam hal ini, saya persempit dengan siswa Jombang, tampaknya belum siap untuk diajak berpikir kritis dan bertanggung jawab sendiri terhadap keberhasilan mereka dalm belajar. Mereka menggantungkan banyak hal kepada guru. Lebih tragis lagi, jika ternyata secara materi, guru kurang menguasai. Yang terjadi adalah siswa memperoleh informasi yang salah. Tidak ada sosok yang sempurna dalam bidang apapun. Berangkat dari pemahaman ini, siswa tidak dianjurkan untuk 100% bergantung kepada guru. Guru bisa saja salah. Guru bisa saja tidak menampilkan keterampilan mengajar yang bagus.
Dari banyaknya keluhan siswa tentang pengajaran guru yang kurang menyenangkan membuat saya berpikir, kira-kira ada apa dengan mereka.
Dari perenungan dan diskusi yang saya lakukan, saya menyimpulkan (tentunya bukan kesimpulan final) bahwa siswa berangkat ke sekolah tnpa persiapan materi padahal kita tahu mereka sudah punya bahan untuk dipelajari dan guru tidak henti2nya mengingatkan agar dibaca dan dipelajari. Akhirnya yang terjadi adalah siswa tidak ada motivasi untuk tahu apa yang akan diterangkan guru mereka. Alhasil, mereka juga tidak ada bahan bertanya. Tampaknya hal ini terjadi berlarut-larut. Siswa tidak bisa mengikuti pelajaran dengan 'sesuatu' yang ada di otak yang memungkinkan mereka menyerap apa-apa yang diajarkan guru. Dalam istilah lainnya, tidak ada enzim pencernanya. Sehingga makanan (ilmu) yang nyata-nyata dicekokkan guru ke pencernaan (memori) mereka hanya lewat saja.
Saya sangat direpotkan dengan ketidak siapan siswa. Karena selalu ketinggalan pelajaran yang diakibatkan tidak adanya persiapan sebelum berangkat ke sekolah, siswa tidak pernah siap menghadapi tes. Bagi siswa pecinta instant method, mereka ngerpek dan nyontek (cheating). Untuk fenomena yang satu ini saya angkat tangan. Sejak saya jadi siswa sampai jadi guru seperti sekarang ini, saya bosan melihat kebiasaan buruk putra-putri bangsa ini yang katanya terpelajar (educated).
kerugian saya akibat kebiasaan buruk ini, adalah jika semasa jadi pelajar saya harus mati2an belajar karena harus mengejar nilai rata-rata kelas yang tinggi akibat praktik contekan dan kerpekan. Saat jadi guru, saya enggan mengkoreksi. Saya tidak melihat tumpukan kertas itu layak dikoreksi karena tidak ada usaha jujur di dalamnya. Pertanyaan saya adalah, pertama, bagaimana cara agar siswa termotivasi mempersiapkan diri sebelum menerima pelajaran.Kedua, bagaimana cara mengajari siswa untuk jujur dalam belajar.
Dua pertanyaan ini membuat saya berpikir keras. Belum lagi masalah lain yang berkaitan dengan moral yang cenderung merosot.
Dari banyaknya keluhan siswa tentang pengajaran guru yang kurang menyenangkan membuat saya berpikir, kira-kira ada apa dengan mereka.
Dari perenungan dan diskusi yang saya lakukan, saya menyimpulkan (tentunya bukan kesimpulan final) bahwa siswa berangkat ke sekolah tnpa persiapan materi padahal kita tahu mereka sudah punya bahan untuk dipelajari dan guru tidak henti2nya mengingatkan agar dibaca dan dipelajari. Akhirnya yang terjadi adalah siswa tidak ada motivasi untuk tahu apa yang akan diterangkan guru mereka. Alhasil, mereka juga tidak ada bahan bertanya. Tampaknya hal ini terjadi berlarut-larut. Siswa tidak bisa mengikuti pelajaran dengan 'sesuatu' yang ada di otak yang memungkinkan mereka menyerap apa-apa yang diajarkan guru. Dalam istilah lainnya, tidak ada enzim pencernanya. Sehingga makanan (ilmu) yang nyata-nyata dicekokkan guru ke pencernaan (memori) mereka hanya lewat saja.
Saya sangat direpotkan dengan ketidak siapan siswa. Karena selalu ketinggalan pelajaran yang diakibatkan tidak adanya persiapan sebelum berangkat ke sekolah, siswa tidak pernah siap menghadapi tes. Bagi siswa pecinta instant method, mereka ngerpek dan nyontek (cheating). Untuk fenomena yang satu ini saya angkat tangan. Sejak saya jadi siswa sampai jadi guru seperti sekarang ini, saya bosan melihat kebiasaan buruk putra-putri bangsa ini yang katanya terpelajar (educated).
kerugian saya akibat kebiasaan buruk ini, adalah jika semasa jadi pelajar saya harus mati2an belajar karena harus mengejar nilai rata-rata kelas yang tinggi akibat praktik contekan dan kerpekan. Saat jadi guru, saya enggan mengkoreksi. Saya tidak melihat tumpukan kertas itu layak dikoreksi karena tidak ada usaha jujur di dalamnya. Pertanyaan saya adalah, pertama, bagaimana cara agar siswa termotivasi mempersiapkan diri sebelum menerima pelajaran.Kedua, bagaimana cara mengajari siswa untuk jujur dalam belajar.
Dua pertanyaan ini membuat saya berpikir keras. Belum lagi masalah lain yang berkaitan dengan moral yang cenderung merosot.
Minggu, 11 Oktober 2009
setelah ikut pelatihan
Assalamualaikum, wr.wb.
sekali ini saya ingin berbagi pengalaman hasil pelatihan (tentunya selain pengalaman DIKLAT di Sawangan). Hari ini saya baru saja menggenapkan pelatihan sholat khusyuk dua hari yang sudah diselenggarakan sejak kemarin, tanggal 10 October 2009 di masjid Ulil Albab Tebuireng. Sebagai pemateri dan pengajar serta pembimbing, Ustad Abu Sangkan (sempat diplesetkan oleh Kyai Cholil Dahlan (salah satu anggota majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang sekaligus ketua MUI Jombang ) sebagai Abu Sangkar yang kontan membuat hadirin tertawa)....
Adapun pertama kali saya mendengar ajakan dari teman satu sekolah saya, Ibu Lin Mulyati, saya langsung tertarik. Selain bahwa saya selalu merasa bahwa sholat saya belum benar, saya juga tertarik karena ini acara gratis..(sisi keduniawian saya masih besar..).
Terus terang saya tidak punya gambaran bagaimana acara ini akan berlangsung dan bagaimana pelatihan selama dua hari akan mampu memberikan ketenangan jiwa bagi saya, tapi saya bertekad bulat untuk ikut acara ini. Saya sempat memikirkan kemungkinan membolos ngajar di hari Sabtu. Saya bimbang dan mencoba mempertimbangkan untuk ikut di hari Minggunya saja. Tidak tahu kenapa tiba-tiba beberapa hari kemudian, Ibu Ida, partner saya mengajar di kelas X menelepon mengajak tukar jam. Beliau sesuai jadwal harusnya mengajar hari Kamis dan saya memang off di hari itu. Wallohu A'lam, jam ngajar hari Sabtu saya diminta beliau. Lega lah saya.
dan kemarin, dengan bermodal pasrah mencari ilmu, saya akhirnya sampai juga di masjid Ulil Albab. Dua puluh lima tahun saya berdomisili di Jombang (dikurangi lima tahun di Malang) saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di lingkungan Pondok Pesantren Tebu Ireng. Saya senang karena akhirnya saya ada alasan kesana juga.
Di hari pertama pelatihan, kami diajak memahami sholat dari berbagai segi, ...The Philosophy of Sholat....Gerakan sholat dan kaitannya dengan ilmu kedokteran tentang kesehatan serta jawaban dari pertanyaan Who am I. Ustad Abu Sangkan memang seorang jenius...saya kagum terhadap beliau. Kocak tapi padat berisi,...membuat semua mudah...
Di hari kedua, kami dikenalkan lebih dekat dengan shalat..saya kira di hari kedua ini lah..intisari dari pelatihan ini saya rasakan... Allah itu dekat...tentu saya sudah sering mendengarnya. Dan saya juga percaya kebenarannya. Tapi merasakannya tidak begitu saja bisa saya lakukan.. dan itu saya kira yang membuat saya tidak pernah benar-benar menemuiNya dalam sholat saya. Bukan berarti setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa menjamin saya akan khusyuk selalu dalam menjalankan sholat.. sekali lagi tergantung seberapa dekat saya merasakanNya dalam diri saya. Tapi dengan pelatihan ini, saya dibuat merenungi lagi Track Record sholat saya. Bagaimana saya melihat sholat itu sendiri, diri saya sebagai pelakunya, dan bagaimana hubungan antara saya, shalat saya dan Rabbi saya. Saya mendapatkan pola nya meskipun belum tentu mampu mewujudkan dalam setiap sholat yang saya lalukan. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya acara ini. Semoga Allah meridloi apa yang saya dan beberapa hambanya lakukan dua hari ini. Amin.
sekali ini saya ingin berbagi pengalaman hasil pelatihan (tentunya selain pengalaman DIKLAT di Sawangan). Hari ini saya baru saja menggenapkan pelatihan sholat khusyuk dua hari yang sudah diselenggarakan sejak kemarin, tanggal 10 October 2009 di masjid Ulil Albab Tebuireng. Sebagai pemateri dan pengajar serta pembimbing, Ustad Abu Sangkan (sempat diplesetkan oleh Kyai Cholil Dahlan (salah satu anggota majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang sekaligus ketua MUI Jombang ) sebagai Abu Sangkar yang kontan membuat hadirin tertawa)....
Adapun pertama kali saya mendengar ajakan dari teman satu sekolah saya, Ibu Lin Mulyati, saya langsung tertarik. Selain bahwa saya selalu merasa bahwa sholat saya belum benar, saya juga tertarik karena ini acara gratis..(sisi keduniawian saya masih besar..).
Terus terang saya tidak punya gambaran bagaimana acara ini akan berlangsung dan bagaimana pelatihan selama dua hari akan mampu memberikan ketenangan jiwa bagi saya, tapi saya bertekad bulat untuk ikut acara ini. Saya sempat memikirkan kemungkinan membolos ngajar di hari Sabtu. Saya bimbang dan mencoba mempertimbangkan untuk ikut di hari Minggunya saja. Tidak tahu kenapa tiba-tiba beberapa hari kemudian, Ibu Ida, partner saya mengajar di kelas X menelepon mengajak tukar jam. Beliau sesuai jadwal harusnya mengajar hari Kamis dan saya memang off di hari itu. Wallohu A'lam, jam ngajar hari Sabtu saya diminta beliau. Lega lah saya.
dan kemarin, dengan bermodal pasrah mencari ilmu, saya akhirnya sampai juga di masjid Ulil Albab. Dua puluh lima tahun saya berdomisili di Jombang (dikurangi lima tahun di Malang) saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di lingkungan Pondok Pesantren Tebu Ireng. Saya senang karena akhirnya saya ada alasan kesana juga.
Di hari pertama pelatihan, kami diajak memahami sholat dari berbagai segi, ...The Philosophy of Sholat....Gerakan sholat dan kaitannya dengan ilmu kedokteran tentang kesehatan serta jawaban dari pertanyaan Who am I. Ustad Abu Sangkan memang seorang jenius...saya kagum terhadap beliau. Kocak tapi padat berisi,...membuat semua mudah...
Di hari kedua, kami dikenalkan lebih dekat dengan shalat..saya kira di hari kedua ini lah..intisari dari pelatihan ini saya rasakan... Allah itu dekat...tentu saya sudah sering mendengarnya. Dan saya juga percaya kebenarannya. Tapi merasakannya tidak begitu saja bisa saya lakukan.. dan itu saya kira yang membuat saya tidak pernah benar-benar menemuiNya dalam sholat saya. Bukan berarti setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa menjamin saya akan khusyuk selalu dalam menjalankan sholat.. sekali lagi tergantung seberapa dekat saya merasakanNya dalam diri saya. Tapi dengan pelatihan ini, saya dibuat merenungi lagi Track Record sholat saya. Bagaimana saya melihat sholat itu sendiri, diri saya sebagai pelakunya, dan bagaimana hubungan antara saya, shalat saya dan Rabbi saya. Saya mendapatkan pola nya meskipun belum tentu mampu mewujudkan dalam setiap sholat yang saya lalukan. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya acara ini. Semoga Allah meridloi apa yang saya dan beberapa hambanya lakukan dua hari ini. Amin.
Kamis, 08 Oktober 2009
To lose something
Everyone must have lost something..whether he or she realized or not..
Losing can be very torturing and distressful when it changes our life dramatically...into worse..
Some people lost their lovers..their parents and family... While some see their houses ruin right in front of their eyes. Losing something..someone..will always happen even..we lose second..by second..what so called chance...chance to do good things to say wise words to think of a solution..
But the worst of all is when you lose your spirit. .time, lovers, houses, will mean nothing as if they are all gone with you...
Losing can be very torturing and distressful when it changes our life dramatically...into worse..
Some people lost their lovers..their parents and family... While some see their houses ruin right in front of their eyes. Losing something..someone..will always happen even..we lose second..by second..what so called chance...chance to do good things to say wise words to think of a solution..
But the worst of all is when you lose your spirit. .time, lovers, houses, will mean nothing as if they are all gone with you...
Rabu, 07 Oktober 2009
Night
Night can be so frightening for some people as it is exciting for some others. For me, night can be the source of inspiration..a widely open life screen..
Have you ever felt so touched at times you saw people you love were sleeping? I hope you have. It's amazing to see them with heartily love while in the afternoon you got quarrel with them. And then you felt so sorry for hurting them.
Night can be frightening when we experienced nightmares but when we got up and screamed no one was answering nor giving a hug for us..
Night is a mystery. God has created for us purposefully. As I and you believe nothing in this world he's created is useless. We relieve our tiredness and boredom..we cry for His blessing and forgiving us...we confess our sins and so we show our best love ...at night...by waking up our weak and sleepy body..taking some water and pray...
Night...once I owed much from you...for protecting me ...hiding me..and listening to me...
Night...stars always come with you so does the moon...and I love you three..
Have you ever felt so touched at times you saw people you love were sleeping? I hope you have. It's amazing to see them with heartily love while in the afternoon you got quarrel with them. And then you felt so sorry for hurting them.
Night can be frightening when we experienced nightmares but when we got up and screamed no one was answering nor giving a hug for us..
Night is a mystery. God has created for us purposefully. As I and you believe nothing in this world he's created is useless. We relieve our tiredness and boredom..we cry for His blessing and forgiving us...we confess our sins and so we show our best love ...at night...by waking up our weak and sleepy body..taking some water and pray...
Night...once I owed much from you...for protecting me ...hiding me..and listening to me...
Night...stars always come with you so does the moon...and I love you three..
Langganan:
Postingan (Atom)
